Keutamaan Puasa
Puasa adalah salah satu rukun Islam. Tidak sempurna Islam seorang kecuali mengerjakannya. Menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari dengan niat ibadah kepada Allah ta’ala.
Puasa layaknya sebuah lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial yang dibangun di atas kesabaran, perlawanan terhadap nafsu dan syahwat, mematuhi peraturan, merasakan apa yang dirasakan oleh fakir dan miskin berupa lapar dan dahaga, membersihkan jiwa dan mendekatkan diri dengan ibadah kepada Allah ta’ala.
Puasa memilik faedah dan manfaat yang sangat banyak baik dari segi ukhrawi dan duniawi, dari segi kesehatan maupun tarbiah, ia bisa menyucikan jiwa, memperbaiki hati, menjaga fisik dan pancar indra, memperbaiki akhlak. Yang lebih besar dari itu adalah memperoleh pahala, menghapus dosa dan mendapatkan derajat yang tinggi.
Di antara keutamaan-keutamaan puasa adalah,
1. Puasa adalah milik Allah ta’ala
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Rasulullah ﷺ bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Seluruh amal perbuatan manusia untuk dirinya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Akulah akan membelasnya.” HR. Bukhari [1904], Muslim [1151]
2. Pintu Kebaikan
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallohu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الخَيْرِ: الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ
“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan. Yaitu, Puasa adalah perisai, sedekah menghapus dosa seperti air memadamkan api, salat seseorang di tengah malam.” Sunan at-Tirmidzi [2616]
3. Amalan utama dan tidak ada perbandingannya
Dari Umamah al-Bahily, ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ,
أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا عِدْلَ لَهُ»
Amalan apakah yang paling utama, beliau menjawab, “Hendaklah kamu berpuasa, bahwa puasa tiada bandingannya.” Sunan an-Nasa’i [2222]
4. Penyebab ampunan dosa
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan berharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” HR. Bukhari [38], Muslm [760]
5. Sebagai penebus kesalahan
Dari Hudzaifah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
«فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ، يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ، وَالصَّلَاةُ، وَالصَّدَقَةُ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ»
“Ujian seorang di keluarganya, hartanya, dirinya, anaknya, dan tetangganya, akan dihapuskan oleh puasa, salat, sedekah, amar makruf dan nahi Munkar.” HR. Muslim [144]
Maksudnya adalah ia diuji dengan hal-hal tersebut, sehingga melalaikan ia dari urusan akhirat, berbuat zalim kepada mereka baik perkataan maupun perbuatan yang membuat Allah benci.
6. Puasa adalah benteng terhadap neraka
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
الصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَحِصْنٌ حَصِينٌ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai dan benteng yang kuat terhadap neraka.” HR. Ahmad [9225]
7. Perisai terhadap syahwat
Rasulullah ﷺ bersabda,
«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»
“Wahai para pemuda siapa diantara kalian yang mampu pembiayaan maka menikahlah. Karena ia dapat menahan pandangan dan menjaga kemaluan dan barang siapa yang belum mampu, hendaknya dia berpuasa karena itu menjadi tameng baginya.” HR. Bukhari [5065], Muslim [1400]
8. Amalan untuk memperoleh ketakwaan
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian semua untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, supaya kalian bertakwa.” QS. al-Baqarah: 183
9. Dijauhkan dari neraka sejauh 70 tahun
Dari Abu Sa’id al-Khudri radiyallohu ‘anhu, ia telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
«مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللهِ، بَاعَدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا»
“Barang siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh 70 tahun.” HR. Bukhari [2840], Muslim [1153]
10. Dijauhkan dari neraka sejauh langit dan bumi
Dari Umamah al-Bahily radhiyallohu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللهِ جَعَلَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ خَنْدَقًا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ
“Barang siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, Allah akan membuatkan antara dia dan neraka sebuah parit sejauh langit dan bumi” HR. at-Tirmidzi [1624]
11. Sebab masuk surga
Dari Huzaifah radhiyallohu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barang siapa yang mengucapkan Laa ilaha illalloh, ia mengucapkannya dengan mengharap ridho Allah ta’ala dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga. Barang siapa yang berpuasa satu hari dengan mengharap ridho Allah ta’ala dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga. Barang siap yang bersedekah dengan mengharap ridho Allah ta’ala dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga.” HR. Ahmad [23324]
12. Masuk surga dari pintu Rayyan
Dari Sahl bin Sa’d radhiyallohu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَدْخُلُونَ مِنْهُ، فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ، أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Di dalam surga ada sebuah pintu bernama ar-Rayyan, di hari kiamat orang-orang yang berpuasa masuk melalui pintu itu, tidak ada yang masuk selain mereka.” Diserukan, “Manakah orang-orang yang berpuasa?” Lalu mereka masuk melalui pintu itu. Jika yang terakhir sudah masuk, maka ditutuplah pintu tersebut, maka tidak ada lagi yang masuk melalui pintu itu” HR. HR. Bukhari [1896], Muslim [1152]
13. Derajat yang di surga
«إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا»، فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ: لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لِمَنْ أَطَابَ الكَلَامَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ»
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang dapat dilihat bagian luarnya dari dalam, dan bagian dalamnya dari luar.” Seoran Badui berkata, untuk siapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Orang yang bagus ucapannya, orang yang memberikan makanan, membiasakan berpuasa, dan mengerjakan shalat malam saat orang-orang tidur lelap.” HR. at-Tirmidzi [1984]
14. Memberi syafa’at
Dari Abdullah bin Amr radhiyallohu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ "، قَالَ: " فَيُشَفَّعَانِ
“Puasa dan Al-Qur’an memberi syafa’at kepada bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” HR. Ahmad [6626]
15. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari kasturi
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
«وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ، مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ»
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad dalam tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah i hari kiamat dari bau kasturi.” HR. Bukhari [1894], Mulsim [1151]
16. Mempunyai dua kebahagiaan
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka puasa, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya.” HR. Bukhari [1904], Muslim [1151]
17. Doa mustajab
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
“Tiga orang yang tidak ditolak doanya: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, doa orang yang dizalimi, Allah mengangkatnya sampai ke atas awan dan membukakan pintu-pintu langit, Allah ta’ala berkata, “Demi kemuliaan-Ku, Aku pasti menolongmu walau setelah beberapa waktu.” HR. at-Tirmidzi [3598]
18. Membersihkan hati
Dari Ali radhiyallohu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
«صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ، وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يَذْهَبْنَ بِوَحَرِ الصَّدْرِ»
“Puasa di bulan kesabaran dan tiga hari di setiap bulan akan menghilangkan penyakit hati.” HR. Ahmad [23070], Bazzar [688]
19. Pahala orang yang berpuasa tanpa hisab/perhitungan
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anu, Rasulullah ﷺ bersabda,
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Rasulullah ﷺ bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Seluruh amal perbuatan manusia untuk dirinya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa adalah untuk- Ku dan Akulah akan membelasnya.” HR. Bukhari [1904], Muslim [1151]
-------------------
Download artikel ==> Keutamaan Puasa atau Keutamaan Puasa
Gabung dalam percakapan