Jahiliah

Nabi kita yang mulia Nabi Muhammad ﷺ, datang membawa hidayah, mengeluarkan umat manusia dari jahiliah yang merusak mereka, membawa mereka ke cahaya dan terangnya hidayah Islam.

Kata jahiliah disebutkan dalam Al-Qur`an di beberapa tempat; yaitu

 ﴿يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ‌ظَنَّ ‌الْجَاهِلِيَّةِ﴾ [آل عمران: 154]

prasangka jahiliah

﴿أَفَحُكْمَ ‌الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ﴾ [المائدة: 50]

hukum jahiliah

﴿وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ‌الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى﴾ [الأحزاب: 33]

tabarruj/berhias jahiliah

﴿فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ‌الْجَاهِلِيَّةِ﴾ [الفتح: 26]

fanatisme jahiliah

Semuanya menunjukkan perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam. 

Jahiliah berasal dari kata Jahil, yang berarti bodoh atau kebodohan. Jahiliah adalah masa sebelum datang Islam, di mana kondisi masyarakat arab saat itu yang diliputi kebodohan tentang Allah dan rasul-Nya, kesesatan, kesyirikan, fanatisme kesukuan. Namun secara luas penggunaan jahiliah, mencakup suatu keadaan sebelum datangnya hidayah, keadaan ketika seseorang menolak petunjuk Allah ta’la.

Maka semua penyimpangan yang menjadi budaya dan perilaku bisa dikategorikan sebagai jahiliah, terutama dalam masalah akidah.

Di antara perilaku-perilaku jahiliah adalah:

1. Jahiliah dalam Aqidah dan Ideologi.

Masyarakat jahiliah adalah masyarakat yang salah kaprah dalam keyakinan dan mendeskripsikan ketuhanan. Semua masyarakat, yang beragama  tidak sesuai dengan yang diturunkan oleh Allah maka dia jahiliah. Tapi ada pula yang meski mereka sudah beriman pada agama yang benar entah karena keturunan ataupun lingkungan, mereka tetap punya persepsi yang salah terhadap ibadah itu sendiri. Sehingga banyak penyimpangan akidah, semisal masyarakat jahiliah Makkah sebelum Rasulullah ﷺ diutus, di mana mereka telah mewarisi agama Nabi Ibrahim, tapi mereka menodainya dengan kesyirikan penyembahan terhadap berhala.

2. Jahiliah dalam Sistem Hukum dan Ekonomi

Tak ada yang adil hukumnya kecuali hukum Allah atau hukum syariat, maka setiap sistem hukum yang bertentangan dengan sistem hukum syariat maka dia adalah hukum yang zalim, keliru dan sesat bahkan kafir. Dalam istilah Islam hukum ini biasa disebut hukum jahiliah sebagaimana dalam surah Al-Maidah ayat 50:

﴿أَفَحُكْمَ ‌الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ﴾ [المائدة: 50]

Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?

Sedangkan sistem ekonomi jahiliah yang bertentangan dengan sistem Islam tak kalah buruk akibatnya. Sistem kapitalis dengan instrument ribanya telah menghancurkan ekonomi di banyak negeri. Rakyat dibuat menderita akibat krisis karena sistem ribawi yang hanya menguntungkan kalangan pemodal, tapi sering kali makin menyengsarakan rakyat kecil.

3. Jahiliah dalam Tingkah Laku dan Moral

Allah ta’ala berfirman

﴿وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ‌الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى﴾ [الأحزاب: 33]

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.

Masyarakat yang jauh dari tuntunan agama dipastikan akan memperturutkan hawa nafsu dan kesenangan pribadi. Syahwat atau keinginan hawa nafsu ini asalnya tidak salah, tapi bila dia lepas dari kontrol agama maka dia akan liar sehingga mengakibatkan kehancuran di dunia dan murka Allah di akhirat.

Masyarakat jahiliah dicirikan dengan merajalelanya perbuatan keji dan munkar; seperti zina, judi, mabuk-mabukkan, berbagai penyimpangan seksual seperti LGBT. 

4. Jahiliah dalam Ikatan Masyarakat.

Bila Masyarakat Islam disatukan dalam tali Allah alias akidah berpedoman kepada Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah maka masyarakat jahiliah melandasi ikatan masyarakat itu dengan fanatisme buta pada golongan, suku bangsa atau tempat (kedaerahan). Penggolongan manusia ke dalam hal itu adalah hal wajar dan natural, yang dilarang adalah menjadikannya asas keberpihakan atau pembelaan penentu salah dan benar.

Makanya Islam tidak mengharamkan orang cinta negeri dan bangsa karena itu adalah fitrah manusia, tapi yang dilarang adalah membangun ikatan kebenaran dari sisi itu, sehingga biarpun salah, jika menyangkut bangsa atau tempatnya akan tetap dibela. Inilah yang disebut hamiyyah jahiliah (fanatisme jahiliah)

﴿إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ‌الْجَاهِلِيَّةِ﴾ [الفتح: 26]

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan (fanatisme) jahiliyah

Gara-gara fanatisme kesukuan inilah menyebabkan Bani Hanifah berperang membela Musailamah sang Nabi palsu padahal mereka telah tahu bahwa Musailamah itu pendusta. Akhirnya mereka mati terhina dalam keadaan kafir ditumpas oleh pasukan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

Dalam Islam, ikatan tertinggi adalah ikatan agama, maka ada istilah ukhuwwah Islamiyyah yang lebih tinggi dan kuat dibanding persaudaraan sedarah atau sedaerah. Maka dari itu semua, tak ada jalan selamat selain kembali kepada tali agama Allah.



guru ngaji & bahasa arab