Muharram dan Hari Asyura

Perputaran kembali ke awal, tahun 1431 H telah kita tinggalkan, telah berlalu dan tersimpan dalam kitab amal kita, apakah kita menutup tahun tersebut dengan kebaikan? Kini 1432 H menyapa kita dengan semerbaknya bulan Muharram, apakah kita memulai tahun ini dengan kebaikan?

Bulan Muharram adalah salah satu bulan hijriyah dalam kalender Islam, bulan pertama dari 12 bulan dan termasuk dari salah satu empat bulan haram, Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram QS. At-Taubah: 63. Dinamakan Muharram karena diharamkan dalam bulan tersebut untuk berperang, ada yang menyebutkan pula bulan tersebut dimana diharamkannya surga terhadap Iblis.


Dalam bulan ini ada hari Asyuura, hari kesepuluh, disunahkan pada hari ini untuk berpuasa, suatu ketika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyuura. Lalu beliau bertanya mengapa mereka berpuasa pada hari itu. Merekapun menjelaskan bahwa hal itu untuk memperingati hari dimana Allah telah menolong Nabi Musa bersama kaumnya dari kejaran Firaun dan balatentaranya. Bahkan pada hari itu pula Allah telah menenggelamkan Firaun sebagai akibat kezalimannya terhadap Bani Israil. Mendengar penjelasan itu maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam-pun menyatakan bahwa ummat Islam jauh lebih berhak daripada kaum Yahudi dalam mensyukuri pertolongan Allah kepada Nabi Musa. Maka beliau-pun menganjurkan kaum muslimin agar berpuasa pada hari Asyuura.

Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam tiba di Madinah mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyuura. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Hari apakah ini sehingga kalian berpuasa padanya?" Mereka (kaum Yahudi) menjawab, "Ini adalah hari agung dimana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Firaun beserta kaumnya, lalu Musa berpuasa pada hari itu sebagai ungkapan syukur sehingga kamipun berpuasa. " Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Kami (kaum Muslimin) lebih berhak atas Musa daripada kalian (kaum Yahudi). Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam-pun berpuasa dan menyuruh (kaum muslimin) berpuasa." (HR. Muslim)

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Aku tidak tahu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperhatikan puasa satu hari yang lebih diutamakannya atas yang lainnya selain hari ini (hari Asyuura) dan bulan ini, maksudnya bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa fadhillah (keutamaan) berpuasa pada hari Asyuura ini? Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berdoa kepada Allah agar semoga barangsiapa yang berpuasa Asyuura Allah ampuni dosanya selama satu tahun yang telah berlalu.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Puasa hari Asyuura, saya memohon kepada Allah agar menjadikannya sebagai penebus (dosa) satu tahun sebelumnya." (HR Muslim)
guru ngaji & bahasa arab