Memulai Dari Kanan

Salah satu keindahan dan kesempurnaan Islam, Islam mengajarkan adab dalam segala hal. Bahkan dalam urusan yang dianggap kecil dalam aktivitas seharian kita. Ada adab dalam ibadah, di masjid, makan minum, bahkan adab di kamar kecil.

Allah menciptakan sesuatu berpasangan, menciptkan kanan dan juga menciptakan pasangannya yaitu kiri. Kemudian memberikan hak pada masing-masing sesuai dengan keadilan Allah ta’ala.

Dalam hal ini, Islam memiliki ajaran dan tuntunan  yang mulia. Bagian kanan dalam memiliki peran dan urusan yang besar dan penting. Ia diberikan keutamaan dari bagian kiri. Sehingga disunnahkan dalam kebaikan untuk memulai dari sebelah kanan.

Aisyah Radhiyalalhu anha menceritakan,

((كَانَتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيُمْنَى لِطَهُورِهِ وَطَعَامِهِ وَكَانَتْ يَدُهُ الْيُسْرَى لِخَلَائِهِ وَمَا كَانَ مِنْ أَذًى)) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَغَيْرُهُ بِسَنَدٍ صَحِيحٍ.

Bahwa tangan kanan Rasulullah dipergunakan dalam bersuci dan makan.  Adapun tangan kiri, dipakai untuk membersihkan bekas kotoran dari buang hajat dan perkara-perkara yang najis (najis)

Dalam sebuah hadits disebutkan, 

«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ ‌فِي ‌تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ» «صحيح البخاري» (166) 

Bahwa Nabi ﷺ menyukai mendahulukan bagian yang kanan dalam memakai sendal, menyisir rambut, dalam bersuci, dan dalam urusan penting lainnya.

Sunnah ini walaupun sederhana, mestilah diperhatikan. Memulai atau menggunakan yang kanan dalam hal-hal kebaikan, seperti bersuci, memandikan jenazah, masuk masjid, keluar dari kamar kecil, makan dan minum, mencukur atau menyisir rambut, memakai baju, memaki sendal dan lainnya.

Nabi ﷺ makan dan minum dengan tangan kanan. Menyuruh kita untuk makan dan minum dengan tangan kanan, menyelisihi perbuatan syaithan. Karena seharusnya jalan- syaithon harus dihindari.

﴿وَلَا تَتَّبِعُوا ‌خُطُوَاتِ ‌الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ﴾ [البقرة: 168]

dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu

Nabi ﷺ bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ، ‌فَإِنَّ ‌الشَّيْطَانَ ‌يَأْكُلُ ‌بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ» «صحيح مسلم» (2020)

“jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya”

Dalam hadits lain disebutkan,

((وَكَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ بِشِقِّ رَأْسِهِ الْأَيْمَنِ)) أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Nabi ﷺ jika akan mandi janabah, beliau memulai dari kepala yang sebelah kanan.

Ketika Nabi ﷺ mencukur rambut di waktu haji,

((أَمَرَ الْحَلَّاقَ أَنْ يَبْدَأَ بِجَانِبِهِ الْأَيْمَنِ ثُمَّ الْأَيْسَرِ)) رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِهِ

Beliau menyuruh tukang cukur untuk memulai dari sebelah kanan, kemudian sebelah kiri.

Karena sebelah kanan ini lebih utama, para sahabat lebih suka untuk mengambil shaf sebelah kanan. diriwayatkan dari Al-Barra' ra.,

فعَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ: ((كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِينِهِ)) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Kami shalat di belakang Rasulullah, kami lebih suka berada di sebelah kanan beliu.

Kebiasaan ini hendaklah ditanamkan dari sejak kecil. Rasulullah ﷺ mengajar Umar bin Abi Salamah yang saat itu masih kecil di rumah Rasulullah,

«‌يَا ‌غُلَامُ، ‌سمِّ ‌اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ» - البخاري (6051)، مسلم (2022)

Wahai anak kecil, ucaplah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta ambil makanan yang berada di dekatmu”

Dalam tangan kanan kita melihat kebaikan dan sunah Rasulullah ﷺ. Di hari kiamat ia menjadi tanda keselamatan seseorang, ketika diberikan catatan amalnya. Yaitu mereka yang beriman dan yakin tentang hari kiamat, meyakini pertemuan dengan Allah ta’ala. Mereka akan mendapatkan hisab yang ringan dan mendapatkan kebahagiaan.

﴿فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ (١٩) إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ (٢٠) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ ‌رَاضِيَةٍ (٢١) ﴾ [الحاقة: 19-21]

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."

Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai

«إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ، فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ، فَيَقُولُ: أَتَعْرِفُ ‌ذَنْبَ ‌كَذَا: أَتَعْرِفُ ‌ذَنْبَ ‌كَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ أَيْ رَبِّ، حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ، وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ، فَيُعْطَى كتاب حسناته» «صحيح البخاري» (2309)

Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang beriman (kepada-Nya), kemudian meletakkan penutup untuknya. kemudian Allah bertanya kepadanya: Apakah Engkau mengetahui perbuatan dosa ini? ia mengatakan: ya, wahai Tuhanku. Sampai ketika ia mengakui perbuatan dosanya dan melihat bahwa ia akan celaka, Allah menyatakan : aku telah menutup (dosamu) di dunia dan aku mengampunimu pada hari ini. kemudian, diberikan kepadanya catatan kebaikan-kebaikannya.



guru ngaji & bahasa arab