Semangat Tinggi
Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa satu saat nabi pulang dari perjalanannya. Nabi ﷺ singgah dan bertemu dengan seorang Badui di tengah padang pasir. Orang Badui ini menjamu dan memuliakan Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah berkata kepada Badui tersebut, "إذا جئت المدينة فأْتِنا" “Jika kamu nanti datang ke Madinah, maka temuilah kami.”
Tak lama orang Badui ini pun datang ke kota Madinah dan mampir menemui Rasulullah ﷺ. Saat orang Badui ini akan beranjak pergi, Nabi pun berkata kepadanya, “سَلْني” “mintalah dan sebutkanlah keinginanmu!”
Ketika Rasulullah ﷺ menawarkan ini, tentu yang paling tepat diminta adalah meminta surga, memohon mati syahid, atau doa yang makbul. Lalu apa gerangan yang diminta. Orang Badui ini menjawab, “Aku meminta hewan yang akan aku jadikan kendaraan dan kambing yang akan diperah oleh keluargaku”. Ia pun diberikan permintaannya.
Melihat rendahnya keinginan orang Badui, Rasulullah pun berkata kepadanya, “أعَجزتَ أن تكون كعجوز بني إسرائيل” Apakah kamu begitu lemah, untuk menjadi seperti perempuan di kalangan bani Israil? Lalu para sahabat bertanya, “siapakah perempuan tua?” Rasulullah ﷺ berkata, “Sesungguhnya Nabi Musa ketika akan pergi meninggalkan Mesir bersama kaumnya, mereka tersesat, ia berkata kepada mereka, “Apa ini?” Ulama mereka berkata, “Sesungguhnya Nabi Yusuf memerintahkan kita untuk tidak meninggalkan Mesir, hingga membawa jasadnya.” Nabi Musa bertanya, “dimanakah kuburnya Nabi Yusuf?” mereka menjawab, “tidak ada yang mengetahuinya kecuali seorang perempuan tua”. Perempuan tua itu pun datang, lalu nabi Musa bertanya kepadanya, “Dimanakah kuburnya Nabi Yusuf?” Perempuan tua ini menjawab, “Aku tidak akan menunjukkan posisi kuburnya, sampai Engkau mengabulkan permintaanku” “Lalu apa permintaanmu?” Perempuan itu menjawab, “Aku ingin bersamamu di surga” Awalnya, permintaannya enggan untuk dikabulkan, kemudian Allah mewahyukan untuk mengabulkan permintaannya.
Ini adalah kisah tentang keinginan dan cita-cita yang tinggi, walau amalnya kecil. Rasulullah ﷺ memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk semangat dan keinginan yang tinggi. Rasulullah bersabda,
إنَّ اللهَ يُحِبُّ معاليَ الأمورِ وأشرافَها ويكرَهُ سَفْسافَها
“Sesungguhnya Allah SWT menyukai perkara-perkara (akhlak-akhlak) yang tinggi dan mulia dan Allah SWT membenci perkara-perkara (akhlak-akhlak) yang keji”
Menginginkan yang terbaik dalam segala hal, baik dalam ibadah, pendidikan, harta, bisnis, karier, pernikahan dan dalam kebaikan lainnya.
Allah tidak menginginkan sesuatu yang rendah dan tidak ada manfaatnya, Al-Qur’an menyuruh kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
{فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ} [البقرة: 148]
“Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan”
{لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً} [النساء: 95]
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat.”
Rasulullah mengajarkan kita untuk berlindung dari (من العجز والكسل) berlindung dari lemah dan malas. Kalau meminta surga, mintalah yang paling baik.
"فإذا سألتم الله فاسألوه الفردوس؛ فإنه أوسط الجنة، وأعلى الجنة، وفوقه عرش الرحمن، ومنه تفجر أنهار الجنة"
“Jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah Al-Firdaus, itu adalah surga yang paling tengah dan paling atas, di atasnya ada Arsy Allah ta’ala, darinya bersumber sungai-sungai yang ada di surga.”
Islam membina manusia dengan kebijaksanaan dan aturan. Dengan nilai dan adab yang tinggi. Islam membina umatnya agar memiliki semangat yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan kehidupan kaum muslimin mulia. Tujuan hidup mereka kian berarti. Tindak-tanduk mereka adalah sesuatu yang produktif. Perjalanan hidup mereka istimewa. Jauh dari omong-kosong dan hal-hal sepele. Mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Dan menghabiskan umur untuk memberi dan menyebarkan kebaikan.
Kemuliaan ini tidak berubah dengan berubahnya waktu dan zaman. Muslim yang sejati tidak akan berpaling dari yang demikian, meskipun keadaan sudah berubah.
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan sebagaimana diceritakan oleh Imam Ibnu Katsir,
إِنَّ لِي نَفْسًا تَوَّاقَةً، مَا نَالَتْ شَيْئًا إِلَّا اشْتَهَتْ مَا هُوَ خَيْرٌ مِنْهُ، اِشْتَهَيْتُ الإِمَارَةَ، فَلَمَّا نِلْتُهَا اِشْتَهَيْتُ الخِلَافَةَ، فَلَمَّا نِلْتُهَا اِشْتَهَيْتُ مَا هُوَ خَيْرٌ مِنْهَا، وَهُوَ الجَنَّةَ، وَأَرْجُوْ أَنْ أَنَالَهَا
“Aku adalah seorang yang memiliki obsesi (cita-cita) yang sangat tinggi. Ketika aku telah mencapai sesuatu, aku menginginkan suatu yang lebih baik dari hal itu. Aku menginginkan kepemimpinan (gubernur). Ketika aku sudah mendapatkannya, aku ingin menjadi khalifah. Setelah menjadi khalifah, aku ingin yang lebih baik dari itu. Yaitu surga. Aku berharap akan mendapatkannya juga.”
Seseorang yang ingin tetap istiqomah memiliki semangat yang tinggi, hendaklah ia bergaul dengan orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi. Jangan membiarkan dirinya kosong tanpa sesuatu yang dikerjakan, Umar bin Khattab ra berkata,
إني لأكره أن أرى الرجل سبهللا ليس في شيء من أمر دينه ولا في أمر دنياه
“Aku membenci orang yang tidak ada aktivitas, tidak melakukan amal dunia ataupun amalan akhirat.”
المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل
“seseorang dilihat dari agama temannya, perilaku, aktivitas, semangat hidup temannya, maka hendaklah ia memperhatikan dengan siapa ia bergaul”
Al-Qur’an menyuruh untuk bertahan bersama orang-orang Soleh,
{وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا} [الكهف: 28]
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini;”
Setiap orang berbeda dalam semangat berbeda dalam yang ingin dicapai, tapi dengan semangat yang dimiliki hendaklah tetap kokoh dan bersabar untuk mendapatkannya, menempuh jalan dan usaha yang harus dilakukan, dan berdoa kepada Allah ta’ala supaya dimudahkan segala perkara.
بقدر الكد تكتسب المعالي ** ومن طلب العلى سهر الليالي
“Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras, barang siapa yang ingin mencapai puncak ketinggian, maka haruslah ia bergadang”
ومن رام العلى من غير كد ** أضاع العمر في طلب المحال
“Barang siapa mengharapkan kemuliaan tanpa usaha keras, maka sesungguhnya ia menghabiskan umurnya untuk meraih yang musthail”
وَمَنْ يَتَهَيَّبْ صُعُودَ الْجِبَا *** لِ يَعِشْ أَبَدَ الدَّهْرِ بَيْنَ الْحُفَرْ
“Barang siapa yang takut mendaki puncak gunung, maka ia akan hidup sepanjang zaman lobang penuh kerendahan”
Gabung dalam percakapan