Makna AMIN dan Cara Melafalkannya
Makna Ucapan Amin
Ucapan "Aamiin" آمين adalah kata doa yang bermakna "Ya Allah, kabulkanlah" اللهمّ استجب.
Kata ini bukanlah bagian dari Al-Qur'an berdasarkan kesepakatan (ijma') para ulama, sehingga para sahabat radiyallahu 'anhum tidak menuliskannya di dalam mushaf.
Para ulama telah menyebutkan beberapa makna untuk kata (Aamiin), dan yang paling masyhur, paling kuat, serta paling benar adalah: "Ya Allah, kabulkanlah", yang merupakan pendapat mayoritas (jumhur) ulama.
Al-Hafizh (Ibnu Hajar) rahimahullah berkata dalam kitab Fathul Bari:
وَمَعْنَاهَا اللَّهُمَّ اسْتَجِبْ عِنْدَ الْجُمْهُورِ، وَقِيلَ غَيْرُ ذَلِكَ مِمَّا يَرْجِعُ جَمِيعُهُ إِلَى هَذَا الْمَعْنَى
"Maknanya menurut mayoritas ulama adalah: Ya Allah, kabulkanlah. Dikatakan pula ada makna lainnya, tetapi seluruhnya merujuk pada makna ini."
Cara Melafalkannya
Disebutkan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’, Terdapat dua cara baca (lughah) yang masyhur pada kata "Amin":
1. آمين Aamiin dengan madd (memanjangkan huruf alif) dan meringankan huruf mim (tanpa tasydid).
Ini adalah cara baca yang paling fasih, paling masyhur, dan paling bagus di sisi para ulama, serta bentuk inilah yang datang dalam riwayat-riwayat hadis.
2. أَمِينَ Amiin dengan qashr (memendekkan huruf alif) dan meringankan huruf mim.
Cara baca ini dihikayatkan oleh Tsa'lab dan ulama lainnya, meskipun sekelompok ulama mengingkari pendapat Tsa'lab tersebut.
Ada cara baca ketiga:
3. آمِينَ Aamiin dengan madd, imalah (memiringkan bunyi bacaan), dan meringankan huruf mim.
Cara baca ini dihikayatkan oleh Al-Wahidi dari Hamzah dan Al-Kisa'i.
Dan ada pula cara baca lainnya:
4. آمِّينَ Aammiin dengan madd dan men-tasydid-kan huruf mim.
Bentuk ini juga dihikayatkan oleh Al-Wahidi, di mana ia mengatakan bahwa hal tersebut diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri dan Al-Husain bin Al-Fadhl.

Gabung dalam percakapan