Harta Di Tangan Orang Sholeh

Allah menyuruh kita untuk beramal shaleh, Allah pun memberikan pujian kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, meletekkan mereka dalam tempat yang agung. 

﴿وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ‌وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا﴾ [النساء: 69]

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya

Orang-orang sholeh adalah orang yang beriman kepada Allah ta’ala, memiliki hubungan baik dengan Allah ta’ala dan juga memiliki hubungan baik dengan manusia, bertakwa kepada Allah ta’ala, mentaati perintah Allah ta’ala, menjauhi larangannya. Mereka adalah yang berhak mewarisi bumi ini. Allah menjadikan mereka penerus dan berkuasa di bumi, menolong mereka terhadap musuh mereka, menegakkan syariat Allah ta’ala, walaupun di tengah jalan orang-orang kafir menang dan mengalahkan mereka, akan tetapi akhir yang baik itu adalah milik orang yang bertakwa dan beramal shaleh.

﴿وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ ‌الصَّالِحُونَ﴾ [الأنبياء: 105]

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh

Karena tingginya martabat orang sholeh, itu menjadi doa para Nabi, seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Yusuf as. 

﴿رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي ‌بِالصَّالِحِينَ﴾ [الشعراء: 83]

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

﴿تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي ‌بِالصَّالِحِينَ﴾ [يوسف: 101]

wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

Keshalehan adalah karakter yang dikejar dan dipertahankan oleh seorang muslim dalam kehidupannya. Kesalehan ada pada seorang muslim dengan apa profesi yang dijalaninya selama itu adalah ketaatan.

Seorang yang sholeh boleh menjadi kaya, memiliki harta. Orang sholeh dari kalangan para shabat pun ada. Harta ketika dipegang orang sholeh, ia akan digunakan dan diinfakkan di jalan yang diridhoi Allah ta’ala, memberi nafkah untuk keluarganya, mengeluarkan zakatnya, sodakohnya, menginfakkannya fi sabilillah. 

 نِعْمَ المَالُ الصَّالِحُ للمَرءِ الصَالِحِ - الأدب المفرد (ص: 155)

Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shalih

Boleh orang mukmin menjadi jadi raja, presiden, penguasa, gubernur, anggota legeslatif? Allah ta’ala menyebutkan dalam Al-Qur’an meyebutkan figur-figur sholeh yang berkuasa. Ada Nabi Daud dan Sulaiman as, yang menjadi raja. Ada Nabi Yusuf alaihissalam menjadi menteri yang mengurus keuangan negara. Dalam sejarah Islam, ada orang-orang sholeh yang menjadi khalifah, gubernur, ulil amri yang mengatur urusan umat Islam.

Seseorang yang berada di posisi itu, tentu harus menjaga kesholehan, ketaatan, agar tersebar kemaslahatan untuk umat dan negeri. Kalau tidak, maka akan menjadi petaka dan penyesalan, baik untuk dirinya atau masyarakat.

﴿فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ ‌مُلْكًا ‌عَظِيمًا﴾ [النساء: 54]

Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.

Seorang perempuan yang berada di tangan orang soleh yang bertakwa kepada Allah ta’ala, maka ia akan terjaga dan terhormat.

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ ‌مَنْ ‌تَرْضَوْنَ ‌دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ؛ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. الترمذي (1084)، ابن ماجه (1967)

Jika datang melamar kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar

Seseorang bertanya kepada Al-Hasan, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang putri, ia dilamar. Dengan siapa saya akan nikahkan? Beliau menjawab,

زَوِّجْهَا مَنْ يَخَافُ اللَّهَ فَإِنْ أَحَبَّهَا أَكْرَمَهَا وَإِنْ أَبْغَضَهَا لَمْ يَظْلِمْهَا «النفقة على العيال لابن أبي الدنيا»

Nikahkan ia dengan orang yang takut kepada Allah ta’ala, jika lelaki itu mencintainya, pasti ia kan memuliakannya. Jika lelaki itu membencinya, maka ia tidak akan menzaliminya.

Orang yang terbaik adalah mereka yang menghiasi hidupnya dengan amal sholeh. Mereka dijanjikan kehidupan yang baik di dunia maupun akhirat.

﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ ‌حَيَاةً ‌طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾ [النحل: 97]

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan



guru ngaji & bahasa arab