Tergesa-gesa (العجلة)

Allah tabaroka wata’ala telah menetapkan segala ketentuan yang berlaku pada makhluk-Nya, tidak satu pun yang bisa memajukan atau memundurkannya. 

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا  [الفرقان: 2]

dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya

Sehingga makhluk-Nya tidak bisa berbuat tergesa-gesa sebelum ajal dan waktu yang telah Allah tetapkan. Walaupun itu adalah karakter yang ada pada manusia itu sendiri, {خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ} [الأنبياء: 37], “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa”.

Rasulullah ﷺ «التأنِّي من الله، والعجَلَةُ من الشيطان» شعب الإيمان: 4058

“Ketenangan itu dari Allah, dan tergesa-gesa dari syaithon”

Tergesa-gesa akan menjadi tercela, jika itu dilakukan bukan pada ketaatan kepada Allah ta’ala. Karena itu adalah senjata syaithon, yang berujung pada kerugian dan penyesalan.

Bentuk ‘ajalah’ tergesa-tergesa yang paling buruk adalah mengedepankan dunia yang bersifat ‘ajilah’ dari akhirat yang kekal, dengan menjerumuskan diri pada kenikmatan dunia yang sesaat.

{إِنَّ هَؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا} [الإنسان: 27]

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).

Di antara tergesa yang buruk adalah tergesa-gesa dalam menyebar isu, berita atau informasi yang belum jelas sumber dan kebenarnnya. Sehingga akan berakibat,  menuduh orang yang tidak bersalah. Perkara lidah bukanlah perkara yang ringan, karena itu bisa menjerumuskan ia dalam ancaman neraka. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata,

قُولُوا خَيْرًا تُعْرَفُوا بِهِ، وَاعْمَلُوا بِهِ تَكُونُوا مِنْ أَهْلِهِ، وَلَا تَكُونُوا عُجُلًا مَذَايِيعَ بَذُرًا - الزهد لأبي داود (146)

Katakanlah yang baik, maka kamu akan dikenal dengan itu. Kerjakanlah kebaikan itu, maka kamu akan menjadi ahlinya. Dan jangan kamu tergesa-gesa, menyebarkan segala sesuatu yang di dengar, tidak bisa menyimpan rahasia dan ucapan.

Termasuk al-‘ajalah adalah orang yang tergesa-gesa dalam doanya, yaitu orang yang berdoa kepada Allah ta’ala tapi tidak memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah ﷺ. Dan orang yang mengatakan, “aku berdoa, tapi tidak dikabulkan.” Rasulullah ﷺ bersabda, 

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، فَيَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَا - أَوْ فَلَمْ - يُسْتَجَبْ لِي - مسلم (2735)

Kalian akan dikabulkan doa’nya selama tidak tergesa-gesa, yaitu orang yang mengatakan aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan.

Adapun tergesa-tergesa yang baik, yang bisa kita katakan ‘bersegera’, yaitu bersegera menuju ridho Allah ta’ala. Karena bersegera dalam kebaikan adalah sifat yang baik dan terpuji. Nabiyullah Musa berkata dalam Al-Qur’an, {وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى} [طه: 84]

aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha

Allah taboroka wa ta’ala berfirman:

{ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} [الأنبياء: 90]

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami

Sebuah ucapan salaf tentang ketenangan,

وَمَنْ تَأَنَّى وَتَثَبَّتَ تَهَيَّأَ لَهُ مِنَ الصَّوَابِ مَا لَا يَتَهَيَّأُ لِصَاحِبِ الْبَدِيهَةِ

قاله أبو عثمان بن الحداد في جامع بيان العلم وفضله (2221، ص: 2/ 1128) لابن عبد البر

“Barang siapa bersikap tenang, maka ia akan mendapatkan ketepatan yang tidak di dapat oleh orang yang cerdas ”



guru ngaji & bahasa arab